Iklan

SEO
Senin, 18 November 2019, 18.11.19 WIB
Last Updated 2022-06-12T15:48:49Z
Berita-TerkiniNasional

Gubernur Khofifah dan Pertamina Jamin Stok Solar di Jatim Aman

Advertisement
SurabayaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama General Manager Marketing Operation Region V PT. Pertamina Werry Prayogi menjamin stok bahan bakar solar dan bahan bakar lainnya aman di Jawa Timur. Bahkan sejak Hari Minggu (17/11/2019) lalu stok solar di semua SPBU di Jatim sudah berjalan normal kembali.


“Yang pasti kita pastikan stok solar aman di Jatim. Harapannya solar aman, masyarakat bisa tenang,” ujar Gubernur Khofifah usai rapat koordinasi bersama Pertamina, BPH Migas serta Organda di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (18/11/2019).

Dijelaskan, Pemprov Jatim bersama GM Pertamina Jatim serta BPH Migas  memberikan jaminan bahwa kelangkaan solar di beberapa daerah yang terjadi  beberapa hari lalu sejak hari minggu kemarin dipastikan dalam keadaan cukup. Jangan ada "panik buying" sehingga membeli lebih dari biasanya. Kami pastikan bahwa   semuanya Insya Allah sudah dapat teratasi, stok bahan bakar solar aman. 

Menurutnya, stok yang aman ini juga merupakan bentuk menjaga suasana Jatim agar selalu kondusif. Sebab jika terdapat kegelisahan dari masyarakat bisa berdampak pada disharmoni bahkan kontraksi  perekonomian. 

“Pertamina dan BPH Migas tetap melayani kebutuhan masyarakat. Pemprov Jatim bersama Pertamina, BPH Migas, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jatim akan tetap kompak menjaga kondusifitas Jatim. Pokoknya jangan ada yang membuat masyarakat panik atau galau,” ujar Mantan Mensos di era Presiden Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Marketing Operation Region V PT. Pertamina Werry Prayogi menjelaskan,    sejak Jumat (15/1) malam hingga saat ini pihaknya terus memenuhi kebutuhan SPBU. Distribusi bahan bakar solar sudah berjalan dengan normal. 


“Masyarakat jangan panik. Kami menjamin stok kebutuhan bahan bakar aman walaupun ada Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim Setiadjit mengatakan, akhir Bulan Oktober 2019, kuota untuk bahan bakar premium dan solar bersubsidi telah melebihi kuota yang ada. Namun, BPH Migas bersama Pertamina tetap berkomitmen melayani sesuai kebutuhan masyarakat. 

“Jadi tidak benar kalau ada pembatasan dimulai tanggal 15 November. Mulai hari ini insyaallah sudah normal kembali. Kita jamin semuanya aman sampai kapanpun,” katanya.

Dijelaskan, Pemprov Jatim bersama Pertamina membuat quick response dengan melibatkan Satgas yang selalu memantau perkembangan di lapangan.(tji)
DomaiNesia