Iklan

Kamis, 27 April 2023, 27.4.23 WIB
Last Updated 2023-04-27T22:31:26Z
Berita-TerkiniBerita-UtamaPolisi

Operasi Ketupat Semeru 2023 di Jatim, Efektif Tekan Fatalitas

Iklan
Kombes Pol M Taslim Chairuddin, Ditlantas Polda Jatim (kiri), (foto: ist)

Rmol News || Surabaya, - Meski jumlah kejadian meningkat 10,5 persen, namun kecelakaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah hukum Polda Jawa Timur, berhasil ditekan 30 persen selama Operasi Ketupat Semeru 2023.

"Tercatat ada 30 korban, sedangkan pada tahun 2022 lalu 42 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas," terang Kombes Pol M Taslim Chairuddin, Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Jatim, di Mapolda Jatim, Rabu (26/4/2023) kemarin.

Ia mengatakan, jumlah angka kecelakaan selama Operasi Ketupat Semeru 2023 sempat mengalami peningkatan sejumlah 626 kejadian. Dari jumlah itu, kata dia, mengalami peningkatan 10,5 persen, atau selisih 66 kejadian dibanding catatan tahun lalu pada periode waktu yang sama, yakni sejumlah 560 kejadian.

Pihaknya menyebut, jumlah kecelakaan paling tinggi ada di hari kedua pelaksaan Operasi Ketupat Semeru 2023, yakni dari 29 kejadian pada Selasa (18/4), menjadi 78 kejadian pada Rabu (19/4), atau meningkat sebesar 169 persen, dan sisanya masih dalam belasan persen.

"Sementara, angka kecelakaan paling tinggi terjadi pada 21 April 2023, dengan total 102 kejadian," katanya.

Adapun penyumbang kecelakaan dengan jumlah paling tinggi tercatat wilayah hukum Polresta Sidoarjo menduduki peringkat pertama, dengan jumlah 41 kejadian. "Tapi angka yang tewas nol, atau tidak ada. Kemungkinan karena kendaraan beraktivitas banyak. Senggolan-senggolan kecil, bukan kecepatan tinggi," jelas dia. 

Taslim mencatat, delapan hari sebelum operasi terdapat 751 kejadian. Sedangkan pada delapan hari selama operasi, terdapat 626 kejadian, atau terjadi penurunan 125 kejadian, dan jika dipersentasekan yakni 17 persen. 

"Kalau hari sebelum operasi itu terjadi di tanggal 20 april, angkanya 20.465 kendaraan. Artinya, sebelum lebaran itu masih kalah jauh dibanding setelah lebaran. Ini dari sisi jumlah kendaraan," bebernya.

Sementara, dari hasil pantauannya di lapangan pada Senin 24 April 2023, mobilitas masyarakat mengalami peningkatan sampai angka 30.000 kendaraan. 

Menurutnya, paling tinggi justru di hari ke-8, yakni jumlah kendaraan yang masuk tercatat 30.327 kendaraan, sedangkan kendaraan keluar, 30.869 kendaraan. "Tetapi, justru angka kecelakaannya di bawah 80 kejadian," katanya.

Kemungkinan besar, lanjutnya, kecelakaan ini bukan menyasar kepada pemudik, tetapi menyasar masyarakat sendiri yang beraktivitas di ruas-ruas jalan yang bukan arus mudik.

"Kita konsentrasi dalam rangka pengamanan mudik untuk jalur arus mudik, sehingga pengawasan terhadap masyarakat beraktivitas di jalanan berkurang. Kira-kira begitu," jelas dia. 

Pihaknya menilai, turunnya jumlah korban jiwa yang meninggal pada Tahun 2023, hal itu menandakan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2023 ini cukup berjalan efektif.

"Artinya dengan menurunkan personel di lapangan cukup efektif dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Karena hari biasa tinggi, dan hari operasi dengan mobilitas tinggi, malah justru kecelakaan menurun," pungkasnya.




Penulis : Iskandar
Editor   : Sigit

DomaiNesia